âSesungguhnya Rasulullah Shallallahu âalaihi wa Sallam pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat mengikuti salat Beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Beliau salat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti salat Nabi n), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Maka Rasulullah Shallallahu âalaihi wa Sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Beliau bersabda: âSungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,â dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadan.â (Muttafaqun âalaih)
âArtinya : Dari Jabir bin Abdullah radyillahu âanhum, ia berkata : Rasulullah Shallallahu âalaihi wa Sallam pernah salat bersama kami di bulan Ramadan (sebanyak) delapan rakaâat dan witir (satu rakaâat). Maka pada hari berikutnya kami berkumpul di masjid dan mengharap beliau keluar (untuk salat), tetapi tidak keluar hingga masuk waktu pagi, kemudian kami masuk kepadanya, lalu kami berkata : Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul di masjid dan kami harapkan engkau mau salat bersama kami, maka sabdanya âSesungguhnya aku khawatir (salat itu) akan diwajibkan atas kamu sekalianâ.(Hadits Riwayat Thabrani dan Ibnu Nashr)âAku perhatikan salat malam Rasulullah Shallallahu âalaihi wa Sallam, yaitu (Ia) salat dua rakaâat yang ringan, kemudian ia salat dua rakaâat yang panjang sekali, kemudian salat dua rakaâat, dan dua rakaâat ini tidak sepanjang dua rakaâat sebelumnya, kemudian salat dua rakaâat (tidak sepanjang dua rakaâat sebelumnya), kemudian salat dua rakaâat (tidak sepanjang dua rakaâat sebelumnya), kemudian salat dua rakaâat (tidak sepanjang dua rakaâat sebelumnya), kemudian witir satu rakaâat, yang demikian adalah 13 rakaâatâ.Diriwayatkan oleh Malik, Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud dan Ibnu Nashr.âArtinya : Dari Abi Salamah bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya kepada âAisyah radyillahu anha tentang salat Rasulullah Shallallahu âalaihi wa Sallam di bulan Ramadan. Maka ia menjawab ; Tidak pernah Rasulullah Shalallahu âalaihi wa Sallam kerjakan (tathawwuâ) di bulan Ramadan dan tidak pula di lainnya lebih dari sebelas rakaâat 1) (yaitu) ia salat empat (rakaâat) jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian ia salat empat (rakaâat) 2) jangan engkau tanya panjang dan bagusnya kemudian ia salat tiga rakaâatâ.[Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
Bang Roy Han
0 Komentar untuk "Dalil-dalil Yang Berhubungan Dengan Shalat Tarawih"